Kelas Reaterary Batch 3

Rangkaian Workshop Creative Writing Reaterary yang ketiga sudah selesai!

Dahulu, stereotip penulis adalah orang yang bekerja di balik layar. Namun, kehadiran sosial media mengubah stereotip tersebut. Selain menulis cerita yang baik, penulis juga dituntut untuk mengetahui tip dan trik agar tulisan kita dibaca di media sosial, dan terkadang, penulis juga harus berbicara di depan publik dalam event-event yang diselenggarakan penerbit baik untuk kepentingan promosi buku maupun hal lainnya.

Kelas-kelas reaterary batch ketiga memfasilitasi hal tersebut.

Erlin Natawiria, penulis Athena, The Playlist, dan Lara Miya, berbagi tentang menulis di platform online; mengenali fitur-fitur yang tersedia dalam berbagai platform tersebut, mengungkapkan kelebihan platform online daripada buku tradisional, juga membuka rahasia agar cerita kita terus dibaca orang.

Berikut adalah beberapa cara membuat pembaca tertarik sejak kesan pertama: membuat judul menarik dan bisa dijadikan tagar atau hashtag, cover/sampul dengan nama penulis dan judul terbaca, blurb yang ringkas dan menarik, serta memilih tag yang berhubungan dengan cerita serta genre.

Sesi berikutnya adalah membangun cerita yang menarik bersama Jia Effendie, penulis cerpen, editor, dan juga penerjemah. Mengenal karakter adalah hal yang penting dalam menulis novel. Karakter dapat mengendalikan jalannya cerita. Plot yang sama akan memunculkan reaksi/jalan cerita/ending yang berbeda jika dijalani oleh karakter berbeda. Selain itu, Jia juga berbagi soal struktur cerita. Pada dasarnya, novel selalu memiliki awal, tengah, dan akhir, dengan model seperti roller-coaster. Pembukaan yang perlahan-lahan di awal, kemudian masukkan konflik, naik, klimaks, lalu penyelesaian.

Pada akhir sesi kelas menulis, ada tim dari Bookslife.co yang menjelaskan soal platform penerbitan digital yang terbilang baru di Indonesia. Di bookslife.co, pembaca berkesempatan membaca satu part novel dengan harga Rp5000,- saja dengan kemudahan membeli. Keuntungan bagi penulis adalah, mendapatkan royalti 40%, jauh lebih besar daripada royalti buku cetak yang hanya 10%. Bookslife juga menerima berbagai genre yang “dijauhi” oleh penerbit konvensional.

Kemudian, ada kelas Public Speaking bersama Theoresia Rumthe, penulis yang juga berpengalaman sebagai penyiar radio. Public Speaking adalah seni “menyihir” orang lain, bagaimana kita menghipnotis orang lain dengan kemampuan yang kita punya. Kuncinya adalah: penampilan, cara menyampaikan konten atau pesan (vokal, intonasi, gesture, smiling voice), dan isi pesannya sendiri.

Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari murid SMP, mahasiswa, sampai ibu rumah tangga. Semua antusias menyerap ilmu dari ketiga mentor.

Workshop reaterary Batch 4 akan dilakukan pada September 2017, mengundang Haqi Achmad, penulis skenario nomine Festival Film Indonesia untuk “Kelas Scriptwriting”, serta “Kelas Editing” untuk penulis dan calon editor bersama Jia Effendie.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s